<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3497360262511602697</id><updated>2011-07-30T12:55:29.801-07:00</updated><title type='text'>BEMFA-TEKNIK UMSIDA</title><subtitle type='html'>" Dari Sini Pencerahan Bersemi "
Anggun dalam moral, Unggul dalam Intelektual</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://bemfa-teknik.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3497360262511602697/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bemfa-teknik.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>BEM FAKULTAS TEKNIK UMSIDA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16967066537262118587</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_-MATZRJQJak/SGpPeSFGRtI/AAAAAAAAAAk/Ohs1vNtWCGw/S220/BEM.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>4</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3497360262511602697.post-750780251615213950</id><published>2011-04-05T00:46:00.000-07:00</published><updated>2011-04-05T00:47:36.370-07:00</updated><title type='text'>Prospek Perkembangan Profesi Teknik Industri</title><content type='html'>Oleh :&lt;br /&gt;Sritomo Wignjosoebroto&lt;br /&gt;Lektor Kepala Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri&lt;br /&gt;Institut Teknologi Sepuluh Nopember&lt;br /&gt;e-mail :fti_its@rad,net.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Industrial engineering is concerned with the design, improvement and instalation of integrated system of people, information, equipment, and energy. It draws upon specialized knowledge and skills in the mathematical, phisical and social sciences, togethe with the principles and methods of analisis and design to specify predict and evaluate the results to be obtained from such system”&lt;br /&gt;(Institute of Industrial Enginereeng – IIE)&lt;br /&gt;LATAR BELAKANG HISTORIS &lt;br /&gt;Teknik Industri –istilah ini diterjemahkan dari kata ” indusrial engineering ” —sebagai suatu disiplin ilmu keteknikan teknologi yang tergolong baru dibandingkan dengan disiplin ilmu keteknikan yang lain (teknik sipil, teknik mesin, teknik elektro, dan sebagainya ); lahir dan memiliki akar yang kuat dari proses Revolusi Industri yang berlangsung hampir dua abad yang lalu. Disiplin ini pada awalnya dikembangkan oleh beberapa individu (Tylor, Gilbreth, dll) yang berusaha untuk mencari metoda-metoda untuk meningkatka produktivitas kerja melalui stusi kerja yang lebih efektif-efisien dengan mengkaji interaksi kerja mannusia-mesin sebagai suatu sistem yang integral.&lt;br /&gt;Sekitar satu abad yang lalu, Frederick Winslow Taylor (1856-1915 — seorang insunyur mesin yang masih muda waktu itu —mengembangkan teori ” scientific management “-nya yang menghasilkan pradigma baru yang beranjak dari ekonomi agraris bergerak menuju ekonomi produksi (industri). Apa yang dikembangkan oleh Taylor dengan prinsip-prinsip “scientific management” yang diterapkan melalui studi-studi perancangan kerja (work study/design) tidaklah jauh berbeda dengan apa-apa yang dikerjakan oleh para sarjana teknik industri sekarang ini. Kalau bisa disimpulkan , fokus dari fungsi dan peran disiplin teknik industri akan berkisar pada 2 ( dua ) tema pokok yaitu “interfaces” dari manusia dan mesin dalam sebuah sistem kerja dan analisa sistem produksi (industri) untuk memperbaiki serta meningkatkan performans kerja yang ada. Kedua tema studi ini yang memberikan motifasi utama bagi Taylor untuk melakukan riset-riset di industri (Midvale &amp; Bethlehem Steel Company) saat itu.&lt;br /&gt;Apa yang dilakukan oleh Taylor dengan studi kerja-nya telah membuka lapangan baru dalam disiplin ilmu keteknikan (engineering) yang ternyata tidak harus selalu terlibat dalam masalah-masalah pengembangan teknologi produksi perangkat keras (perancangan produk, rancangan mesin /peralatan kerja, dsb); akan tetapi juga ikut bertanggung-jawab dalam masalah-masalah pengembangan teknologi produksi perangkat lunaknya (metode kerja/produksi, organisasi dan manajemen produksi,dsb) Penelitian kerja yang telah dilaksanakan oleh Taylor di pebrik baja Midvale Bethlehem telah menghasilkan banyak kemaslahatan dan membawa perubahan-perubahan dalam upaya meningkatkan produktivits melalui “sumber daya pasif”, maka Taylor telah mengawali eksperimen-eksperimen untuk meningkatkan produktivitas melalui “sumber daya aktif” (manusia pekerja).&lt;br /&gt;Tiga puluh tahun kemudian terjadi suatu “penyempurnaan” terhadap konsep manajemen ilmiah yang telah dikembangkan oleh Taylor. Dalam hal ini kita jumpai apa-apa yang telah dilakukan oleh pasangan suami-istri Frank &amp; Lilian Gilberth — seorang yang berlantar belakang teknik sipil dan psikolog — yang mencoba lebih “memanusiawikan” prinsip-prinsip manajemen ilmiah-nya Taylor yang pendekatannya cenderung masih serba mekanistik (memperlakukan manusia seperti halnya manusia yang bisa di program secara linierdeterministik). Seperti halnya dengan Taylor, setudi yang dilakukan oleh Gilbreths tetap terfokus pada komponen manusia dalam siste kerja (sistem manusia mesin). Sinergi yang terjadi antara pasangan suami yang insinyur dan istri yang ahli prilaku manusia (psikolog) ini teraasa memberikan agin segar dan wawasan baru terhadap konsep/prinsip manajemen ilmiah yang telah dikembangkan oleh Taylor. Disini prilaku (behavior), maupun pada saat berinteraksi dengan lingkungan kerja fisik (kondisi ergonomis), maupun pada saat berinteraksi dengan sesama manusia yang lain (human relation) akan memberi pengaruh yang singnifikasi didalam segala upaya meningkatkan produktifitas kerja.&lt;br /&gt;ARAH PERKEMBANGAN &lt;br /&gt;Dalam sejarah disiplin teknik industri, setudi telaah kerja yang dilakuakn oleh Taylor dan Gilbreths sebaik titik awal muncul, tumbuh dan berkembangnya disiplin tersebut yang kemudian mampu memperkaya kazanah ilmu keteknikan yang ada. Disamping kedua tokoh ini, arah dan pertumbuhan disiplin teknik industri yang diwarnai oleh hasil kerja pionir-pionir lainnya seperti Henry Gantt (Bar/Gantt Charts), Harington Hemorson &lt;br /&gt;Meskipun historis perkembangan disiplin teknik industri berangkat dari disiplin teknik mesin (mechanical engineering dan terutama sekali sangat berhubungan erat dengan sistem manufaktur yang proses transformasi-produksinya terjadi secara fisik; disiplin teknik industri telah berkembang luas dalam dua dekade terahir ini. Sesuai dengan “nature” industri yang pendefinisiannya sangat luas; yaitu mulai dari industri yang menghasilkan produk-barang fisik (manufaktur) atau jasa (service), sampai ke industri hulu/dasar yang banyak berhadapan dengan persoalan-persoalan teknis atau industri hilir yang lebih menonjolkan aspek-aspek ekonomis pemasarannya.Demikian juga problem yang harus dikaji oleh disiplin teknik industri yang awal mulanya lebih terkonsentrasi ke lantai produksi (mikro) terus melebar luas mengarah ke problem manajemen industri (perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengndalian sistem produksi ) yang harus pula mempertimbangkan faktor sistem lingkungan dalam proses pengambilan keputusan. Dalam hal ini disiplin teknik industri mengkedepankan konsep sistem, analisis sistem dan pendekatan sistem dalam setiap proses pangambilan keputusan. Disiplin teknik industri melihat segala permasalahan industri dengan tinjauan dari aspek-aspek teknis (engineering) maupun non teknis ( sosial-ekonomis). Wawasan “tekno-sosio-ekonomis” akan mewarnai penyusunan kurikulum pendidikan teknik industri dan merupakan karakteristik yang khas dan membedakan disiplin ini dibandingkan dengan disiplin-disiplin lainnya.&lt;br /&gt;Sebegitu luasnya ruang lingkup yang bisa dimasuki untuk mengaplikasikan keilmuan teknik industri, bagaimanapun juga hal ini dapat dikelompokkan kedalam 3 ( tiga) topik pokok yang menjadi landasan utama pengembangan disiplin teknik industri. Pertama adalah berkaitan erat dengan permasalahan-permasalahan yang menyangkut dinamika aliran material yang terjadi di lantai produksi. Studi disini akan menekankan pada prinsip-prinsip yang terjadi pada saat proses transformasi / nilai tambah dan aliran material yang terjadi pada sistem produksi yang terus berkelanjutan sampai meningkat ke persoalan aliran distribusi dari produk akhir ( finished goods output ) yang keluar dari pabrik menuju konsumen. Topik kedua adalah berkaitan dengan dinamika aliran informasi. Persoalan pokok yang dipelajari dalam hal ini akan berkaitan dengan aliran informasi yang diperlukan dalam proses pengambilan keputusan yang menyangkut persoalan-persoalan manajemen industri. Pendekatan kedua ini dalam disiplin teknik industri akan memerlukan landasan yang kuat melalui penguasaan matematika, fisik dan engineering sciences. Selanjutnya topik ketiga cenderung untuk bergerak ke arah persoalan-persoalan yang bersifat makro dan strategis. Persoalan yang dihadapi seringkali sudah tidak ada lagi bersangkut-paut dengan problem yang timbul di lini produksi (sistem produksi) ataupun manajemen produksi / industri; melainkan sudah beranjak ke persoalan diluar dinding-dinding pabrik. Hal yang terahir inilah yang cenderung membawa disiplin teknik industri untuk terus menjauhi persoalan-persoalan teknis (eksak, fisik-kuantitatif) yang umum dijumpai di lini sistem produksi dan bergelut dalam persoalan non-teknis yang serba abstraktif-kualitatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERAN PROFESI TEKNIK INDUSTRI DI MASA DEPAN &lt;br /&gt;Begitu Luasnya ruang lingkup yang bisa dirambah untuk mengaplikasikan keilmuan teknik industri — walaupun begitu yang masih patut diingat kesemuanya harus tetap berlandaskan ilmu-ilmu fisika, matematika dan sosial-ekonomis — membawa persoalan sendiri bagi profesiona teknik industri (industrial engineer ) pada saat mereka harus menjelaskan secara tepat ” what should we do and where should we work?”. Pertanyaan ini sebetulnya tidak mudah di jawab secara singkat, jelas dan memuaskan mereka yang masih awam dengan keilmuan teknik industri. Kenyataan yang sering dihadapi adalah bahwa seorang yang berlatar-belakang keilmuan teknik industri sering berada dan bekerja dimana-mana mulai dari lini operasional sampai ke lini manajerial. Seorang profesional teknik industri seringkali membanggakan kemampuan dirinya dalam hal merancang dan mengembangkan konsep-konsep yang berwawasan sistem dengan pendekatan yang bersifat komperhensif-integral. Pola pikir dan pola tindak yang berwawasan sistem inilah yang mungkin menjadi “strong basic” dari seorang profesional teknik industri dimasapun dia berada atau bekerja.&lt;br /&gt;Beberapa indifidu yang sukses didalam meningkatkan kinerja perusahaan merasakan betul bagaimana disiplin teknik industri telah mampu menjawab persoalan-persoalan yang dihadapinya. Herm Reininga — adalah President dari Collins Avionices and Comunications Division (CACD),— USA — adalah salah satu contoh manager yang sukses membawa seluruh aktifitas manufactuing CACD selama lebih dari satu dekade, karena latar belakang profesi teknik industri yang dimilikinya. Pada saat ditanyakan kiat kunci sukses yang diraihnya, Reininga menyatakan “…. The industrial engineering dagree gave me a system that the other didn’t have. It gave me the ability to statistically analzed products and processes” (Boggs,1997). Hal yang senada dengan Reininga juga dinyatakan oleh susan Story — Vice President dari Albama Power Co. — seorang yang berlatar belakang pendidikan formalnya sebagai nuclear engineer, tetapi merasakan bahwa sukses karier yang dicapainya lebih banyak ditunjang oleh keikutsertaanya didalam mengikuti “IE training ” pada berbagai kesempatan yang dimilikinya. Pada saat menceritakan kiat-kiat suksesnya , Story menyatakan antara lain ” … a background in industrial engieenering gives you a creadibility you can’t get otherwise. Industrial engineering combines the technical skill with the people skill and some business-type skills that proven to be important in project management and people management ….”(Boggs, 1996)&lt;br /&gt;Kiat-kiat meriah sukses didalam merintis karier seseorang karena ilmu-ilmu TI yang dikuasai, tentunya masih banyak lagi yang bisa diperoleh dari berbagai kisah meraih sukses seseorang. Hal tersebut tidak hanya dijumpai di LN, melainkan bisa juga bisa dipetik dari apa yang pernah dinyatakan oleh seorang Cacuk Sudariyanto — yang berlatar belakang pendidikan formalnya sebagai insinyur pertambangan ITB — pada saat mendongkrak kinerja PT. Telekomunikasi Indonesia bergerak ke arah bisnis global. Dalam pernyataanya didepan peserta kongres dan seminar ITSMI sekitara awal tahun 1990-an dan berbagai kesempatan lainnya, Cacuk menyatakan “kekagumannya” dengan ilmu-ilmu TI yang ternyata cukup efektif dalam memecahkan permasalahan manajemen industri. Begitu pula bagaimana seorang Kuntoro Mangkusubroto dengan latar belakang permasalahan yang kuat bidang operation research dan manajemen industri lainnya mampu melepaskan PT. Timah yang nyaris ambruk sampai menjadi sebuah perusahaan yang sehat. Meskipun pada saat itu orang belum mengenal konsep mengenai “reegineering” , akan tetapi apa yang telah dilakukan oleh kedua sarjana teknik tersebut betul-betul memberikan konstribusi nyata akan peranan disiplin dan profesi teknik indusri didalam “revitalisasi” kinerka perusahaan.&lt;br /&gt;Tantangan global yang membawa dampak kearah suasana persaingan yang lebih keras, tentu saja akan memberikan nuansa perubahan san pradigma baru yang harus mampu diantisipasi oleh seorang manajer perusahaan mulai dari lini produksi/operasional sampai ke lini penentu kebijaksanaan dan pengambil keputusan strategis. Menghadapi situasi semacam ini tentu saja diperlukan seorang majer industri yang memiliki bekal kuat yang tidak saja menguasai kemampuan-kemampuan teknis operasional (enginereering design/processes) ; tetapi juga harus menguasai dengan baik kemampuan mengenai persoalan manusia (human skill), selain juga kemampuan didalam memformulasikan da melahirkan konsep-konsep baru yang secara efektif-efisien bisa memberikan terobosan dalam memecahkan permasalahan industri yang semakin kompleks dan penuh dengan ketidakpastian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepustakaan &lt;br /&gt;Boggs, Kathryn C. IE Successes : IE helps Story Succeesd as VP II-Solution, September 1996. &lt;br /&gt;Boggs, Kathryn C. IE Successes Provides Skills For Success. IIE-Solutions, February 1997. &lt;br /&gt;Emerson, Howard P.&amp; Douglas C.E. Naehring . Origins of Industrial Engineering : The Early Years of a Professions. Atlanta, Norcross-Georgia : Industrial Engineering &amp; Management Press, II,1988. &lt;br /&gt;Kimbler, D.L. The Development of Modern Industrial Engineering. Printed in Engineering Horizons, Sparing 1995. A peterson’s /COG Publication. &lt;br /&gt;Wignjosoebroto,Sritomo. Pengantar Teknik Industri. : PT. Guna Widya, 1993 &lt;br /&gt;Wignjosoebroto,Sritomo. Sejarah Dan Perkembangan Keilmuan Teknik Industri : Gejala “Back To Basic ” Dalam Menghadapi Perkembangan Industri. Makalah yang disampaikan dalam acar Pekan Ilmiah Industri 1997 – Himpunan Mahasiswa Teknik Industri Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta pada tanggal 17 Maret 1997 &lt;br /&gt;Wignjosoebroto,Sritomo. Prospek perkembangan profesi teknik industri dalam menunjang kinerja perisahaan. Makalah disampaikan dalam acara IE-Award97 Himpunan Mahasiswa Teknik Inedustri – Institut Teknologi Nasional , Malang pada tanggal 19 Juni 1997.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3497360262511602697-750780251615213950?l=bemfa-teknik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bemfa-teknik.blogspot.com/feeds/750780251615213950/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3497360262511602697&amp;postID=750780251615213950' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3497360262511602697/posts/default/750780251615213950'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3497360262511602697/posts/default/750780251615213950'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bemfa-teknik.blogspot.com/2011/04/prospek-perkembangan-profesi-teknik.html' title='Prospek Perkembangan Profesi Teknik Industri'/><author><name>BEM FAKULTAS TEKNIK UMSIDA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16967066537262118587</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_-MATZRJQJak/SGpPeSFGRtI/AAAAAAAAAAk/Ohs1vNtWCGw/S220/BEM.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3497360262511602697.post-4869206859068057038</id><published>2009-10-29T02:06:00.000-07:00</published><updated>2009-10-29T20:01:25.672-07:00</updated><title type='text'>BANGGA MENJADI MAHASISWA TEKNIK</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;     Menjadi mahasiswa teknik adalah suatu kebanggan tersendiri khususnya di UMSIDA karena kita adalah mahasiswa pilihan dengan tingkat SDM yang paling tangguh jika dibandingkan dengan jurusan lainnya. Karena kita siap menghadapi berbagai pelajaran matematika dan kalkulus beserta statistic yang lumayan memutar otak, banyak mahasiswa menjauhi jurusan teknik untuk menghindari mata kuliah tersebut, kita juga dibebani SPP yang paling mahal dengan alasan menempuh pendidikan teknik diperlukan biaya untuk praktikum dan tentu saja ilmu teknik itu ilmu mahal dan dosennya juga mahal karena hanya ITS, ITB dan sedikit kampus lain yang bisa menyelenggarakn program master teknik berbeda dengan MM MSos dan M.Ag yang bak kacang goreng setiap universitas bisa membuka program pasca sarjana jurusan tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;        Jika kita menengok jauh kebelakang yang mendirikan Negara Indonesia sekaligus presiden RI pertama Ir. Soekarno adalah mahasiswa teknik (tepatnya teknik sipil ITB) juga presiden RI ke 3 BJ habibie juga orang teknik (selainnya orang militer yang lain numpang aja dech). Bahkan sejak mulai SMU kita adalah generasi elit pilihan yang memiliki bibit unggul dan sumberdaya yang mumpuni, banyak yang mengalami ketika SMU nilainya bagus memilih program social pasti orang tuanya dipanggil guru dan mengatakan “nggak eman tak bu, anak ibu nilainya bagus dan bisa masuk IPA”. (cukup nostalgianya)&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;          Ketika kampus II Gelam masih terdapat satu gedung (sekarang ditempati Ekonomi dan pertanian) disitulah kampus teknik pertama berbagi dengan ma’had putri selebihnya berupa rawa-rawa dan berdiri rumah mirip gudang. Waktu itu ekonomi dan tarbiyah msih di kampus I. UMSIDA terus berbenah dan bagunan kedua berdiri, mahasiswa teknik mendapat kesempatan untuk menghuni gedung baru tersebut dan gedung lama ditempati jurusan ekonomi dan pertanian. Gedung ketika dibangun untuk ditempati laboratorium teknik berbagi dengan perpustakaan karena gedung kedua sudah over load untuk ruang kelas.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;     Ada suatu ironi ketika memasuki dunia kampus di umsida. Ketika melihat para dosen dan pejabat fakults teknik begitu tidak berdaya dan diam dengan perlakuan rektorat di umsida padahal teknik penyumbang pendapatan terbesar di umsida. Para dekan dan kajur seakan tidak punya taring untuk memperjuangkan mahasiswanya dalam memperoleh hak akademik dan fasilitas yang layak dimana sesungguhnya mereka adalah penyumbang terbesar dalam operasioanal universitas. atau memang mereka (para dekan dan kajur teknik) sudah capek bersuara dan tidak didengar rektorat, kurang pantas dikaranya untuk dikatakan tidak memiliki tanggung jawab moral dalam menciptakan SDM yang kompeten sehingga alumni teknik UMSIDA siap dan berani dalam menghadapi kompetisi hidup pasca keluar dari kampus.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul align="justify"&gt;&lt;li&gt;Minimnya fasilitas laboratorium yang tidak sesuai dengan brosur saat pendaftaran mahasiswa baru dan buku panduan akademik yang begitu memukau dan komplit dengan sarana laboratorium yang tertulis didalamnya (maklum kan masih daraf tahap pembangunan, yang dilihat orang kan gedung megah jadi kalau isinya cuman bangku doang gak masalah, tapi kapan yach melengkapi isinya)  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kurangnya tanggung jawab dosen dalam memberi mata kuliah yang bermutu sehingga kalau tidak masuk ya tidak masuk aja alias hilang tanpa tanggung jawab untuk mengganti jam yang hilang (maklum dosennya kan sambian bukan tetap dan tidak seberapa menggantungkan hidup dari kampus jadi ya dilakukan asal asalan udah dating aja syukur)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kurangnya modul pembelajaran sehingga jam kuliah di isi memberi materi tanpa alur sekedar hadir untuk berbicara tanpa schedule pembelajaran sesuai dengan silabi mata kuliah dengan prasarat dan kerangka pembelajaran keahlian jurusan (maklum kan tiap jurusan cuman ada kajur merangkap staf  administrasi seorang yang mengerjakan semua mulai mengajar, manajerial dan pengkoordinasian para dosen yang cumin nyambi dikampus jadi yachh gak bisa keras keras kalau minta tolong atau menegur jika ada pelanggaran)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gemuknya SKS yang mencapai 166 yang seharusnya cukup 144 untuk memperoleh gelar sarjana dengan jam kuliah yang pendek dikurangi masa menunggu pada awal jam pelajaran dan potongan ngantuk, males pada akhir jam pelajaran (maklum kan kampus muhammadiyah mendidik mental tidak hanya iptek jadi banyak pelajaran agamanya, kalau masalah jam SKS yang dipotong yach maklumlah mahasiswanya kan banyak yang capek habis bekerja dan dosennya juga kan tidak tetap dan hanya sambilan jadi bisa dating aja syukur, membuka buku baru saat dikelas mau ngajar tanpa persiapan dari rumah apalagi bicara silabus dan kerangka pembelajaran) &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Praktikum yang molor dan tidak terjadwal tetapi begitu mendekati deadline dilakukan kilat tanpa berfikir tingkat kesiapan dan kemampuan dan daya pemahaman mahasiswa dalam menyerap materi sekedar mengeluarkan jatah uang praktikum dari biro administrasi keuangan (wah maklum lah NO comment)&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div align="justify"&gt;          Maka jangan disalahkan jika mendekati semester 8 mahasiswa kebingungan dalam menentukan judul skripsi atau kaget dengan beban begitu berat karena memang dosen dan mahaiswa dibiasakan dengan system pendidikan yang mudah tanpa beban dan semua bisa di rundingkan. Hasilnya ketika keluar dari kampus dengan memperoleh gelar ST atau S.Kom mereka tidak siap dalam menjawab tantangan dunia yang serba kompetitif dan penuh persaingan seperti lagunya Iwan Fals “otang udang kok ngakunya sarjana”. Sampai saat ini UMSIDA belum berani mensurvey atau membeberkan hasil survey kemana saja lulusan mereka karena kebanyakan menjadi guru di STM atau SMU sehingga ada ironi sebaiknya Fakultas Teknik diganti menjadi Fakultas Keguruan Teknik saja kayak pendidikan UNESA.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3497360262511602697-4869206859068057038?l=bemfa-teknik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bemfa-teknik.blogspot.com/feeds/4869206859068057038/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3497360262511602697&amp;postID=4869206859068057038' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3497360262511602697/posts/default/4869206859068057038'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3497360262511602697/posts/default/4869206859068057038'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bemfa-teknik.blogspot.com/2009/10/bangga-menjadi-mahasiswa-teknik.html' title='BANGGA MENJADI MAHASISWA TEKNIK'/><author><name>BEM FAKULTAS TEKNIK UMSIDA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16967066537262118587</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_-MATZRJQJak/SGpPeSFGRtI/AAAAAAAAAAk/Ohs1vNtWCGw/S220/BEM.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3497360262511602697.post-2362755598683217177</id><published>2008-07-01T06:09:00.000-07:00</published><updated>2008-07-01T07:07:09.582-07:00</updated><title type='text'>LKMM</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" class="news-firstletter"&gt;            L&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KMM&lt;/span&gt; (Latihan Kepemimpinan dan Manajemen Mahasiswa) adalah salah satu bentuk pelatihan yang dilaksanakan untuk membentuk mental kepemimpinan dan berorganisasi pada Mahasiswa. LKMM juga dilaksanakan sebagai pengkaderan untuk mempersiapkan kepemimpinan dan regenerasi dalam organisasi BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) sehingga mereka dapat dijadikan sebagai motor penggerak dalam menciptakan Atmosfir akademik yang kondusif dan sehat. Dalam pelaksanaannya, LKMM terbagi menjadi beberapa tingkatan penyelenggaraan dan masing masing mempunyai tujuan dan bobot yang berbeda. Tingkatan tersebut antara lain :&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;LKMM TD  (Tingkat Dasar) Penyelenggara BEM Fakultas&lt;/li&gt;&lt;li&gt;LKMM TM (Tingkat Menengah) Penyelenggara BEM Universitas&lt;/li&gt;&lt;li&gt;LKMM TL/Nasional  (Tingkat Lanjut) Penyelenggara DIKTI atau KOPERTISSedangkan&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Sedangkan materi yang diberikan dalam LKMM TD terbagi menjadi dua, yaitu materi Wajib dan Terapan juga materi Tambahan. Contoh materi- materi tersebut beserta kisi - kisinya adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kepemimpinan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Fungsi  kepemimpinan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gaya kepemimpinan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kepemimpinan sebagai bakat atau pembelajaran&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kepemimpinan alternatif&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;      &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Keorganisasian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Fungsi Organisasi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menciptakan Visi dan Misi Organisasi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Aktifitas Plan Organiting Actuating Controling&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Manajemen konflik dari Organisasi&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;      Konstitusi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pengertian konstitusi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;AD /ART &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Struktur Organisasi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tugas, Wewenang dan Tanggung jawab Konstituen&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;      &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Teknik Sidang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pengertian Musyawarah dalam pengambilan keputusan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Teknik dan sistematika dalam pengambilan keputusan organisasi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Forum Musyawarah : Munas, Muktamar, Konggres dll&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Macam-macam persidangan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Simulasi Persidangan&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Analisa Sosial&lt;br /&gt;Fokus Group Discusion&lt;br /&gt;Motivasi&lt;br /&gt;Komunikasi&lt;br /&gt;Rencana tindak Lanjut&lt;br /&gt;Screening&lt;br /&gt;Kontemplasi&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3497360262511602697-2362755598683217177?l=bemfa-teknik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bemfa-teknik.blogspot.com/feeds/2362755598683217177/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3497360262511602697&amp;postID=2362755598683217177' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3497360262511602697/posts/default/2362755598683217177'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3497360262511602697/posts/default/2362755598683217177'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bemfa-teknik.blogspot.com/2008/07/lkmm.html' title='LKMM'/><author><name>BEM FAKULTAS TEKNIK UMSIDA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16967066537262118587</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_-MATZRJQJak/SGpPeSFGRtI/AAAAAAAAAAk/Ohs1vNtWCGw/S220/BEM.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3497360262511602697.post-759113515038116319</id><published>2008-07-01T04:51:00.000-07:00</published><updated>2008-07-01T05:28:10.556-07:00</updated><title type='text'>BERJAYA BERSAMA BEMFA TEKNIK</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Mahasiswa adalah penerus perjuangan bangsa yang nantinya akan mengemban tampuk pimpinan umat baik dalam bermasyarakat maupun bernegara. Mahasiswa juga dihadapkan pada persaingan global dan kesempatan kerja yang semakin sempit dan kompetitif. Dari pemikiran tersebut maka perlu disiapkan mulai dari sekarang individu yang handal baik dari segi mental, daya saing dan keunggulan ketrampilan yang dapat dipergunakan sebagai nilai tambah dari lulusan perguruan tinggi&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Vakumnya kegiatan kemahasiswaan di lingkungan fakultas teknik universitas muhammadiyah sidoarjo kiranya cukup mengundang keprihatinan. Bagaimana seorang mahasiswa yang harusnya aktif dan penuh ide pembaruan menjadi tidak tertarik untuk terjun dan aktif dalam kegiatan kemahasiswaan dan organisasi. Hal ini cukup beralasan karena mahasiswa belum paham akan pentingnya suatu organisasi dan peran kelembagaan di tambah tidak adanya regenerasi sehingga banyak mahasiswa yang belum mengenal adanya BEMFA Teknik dan HMJ yang ada di lingkungan akademik.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;BEMFA-Teknik adalah kegiatan Intra kampus yang terbentuk sebagai wadah untuk mengembangkan ketrampilan baik berupa ketrampilan teknik  yang sesuai bidang jurusan masing-masing  ( Hard Skill) dan pembentukan jiwa kepemimpinan Mahasiswa  juga kemampuan dalam berorganisasi (Hard Skill) dimana kedua komponen tersebur merupakan syarat pokok dalam mempersiapkan persaingan individu yang semakin kompetitif. Tiga hal pokok yang menjadi proses pembentukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul adalah :&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Attitude ( Mental/Perilaku)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Skill &amp;amp; Kompetensi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Networking ( Friendship)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Sebagai tindak lanjut untuk menciptakan tiga hal diatas maka BEMFA-Teknik menciptakan Garis Besar Program Kerja (GBPK) berupa kegiatan Formal maupun non formal, antara lain :&lt;br /&gt;MASTAMA(Masa Ta'aruf Mahasiswa)&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Musyawarah Fakultas&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Latihan Kepemimpinan dan Manajemen Mahasiswa Tingkat Dasar (LKMM)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Upgrading Kepemimpinan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Latihan Instruktur Dasar ( Training OF Trainer)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Pelatihan Ketrampilan &amp;amp; Workshoop :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pelatihan Auto_Cad&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pelatihan LAN (Local Areal Network)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pelatihan Photo_Shop &amp;amp; Corel Draw&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pelatihan Instalasi dan Perakitan PC&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dan lain lain&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Mimbar Akademik :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Seminar&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Stadium General&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Loka Karya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Simposium&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dan lain lain&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Kegiatan Lain :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Study Banding&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Study Tour&lt;/li&gt;&lt;li&gt;dan juga pendelegasian dari FORUM_FORUM Mahasiswa tingkat Regional maupun Nasional&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Kiranya demikian sedikit prakata sebagai gambaran singkat tentang fungsi, manfaat dan harus bagaimana untuk mengisi BEMFA Teknik yang kita Cintai. Semoga apa yang telah menjadi plat form UMSIDA " Dari Sini Pencerahan Bersemi" dapat menjadikan semangat kita untuk menraih masa depan yang lebih baik dan menciptakan peradaban manusia yang lebih terhormat dan berwibawa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3497360262511602697-759113515038116319?l=bemfa-teknik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bemfa-teknik.blogspot.com/feeds/759113515038116319/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3497360262511602697&amp;postID=759113515038116319' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3497360262511602697/posts/default/759113515038116319'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3497360262511602697/posts/default/759113515038116319'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bemfa-teknik.blogspot.com/2008/07/berjaya-bersama-bemfa-teknik.html' title='BERJAYA BERSAMA BEMFA TEKNIK'/><author><name>BEM FAKULTAS TEKNIK UMSIDA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16967066537262118587</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_-MATZRJQJak/SGpPeSFGRtI/AAAAAAAAAAk/Ohs1vNtWCGw/S220/BEM.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry></feed>
